Category Archives: Internet

Panduan Pendaftaran SNMPTN 2017

snmptn

Siswa yang duduk di kelas XII sebentar lagi akan mengikuti UNBK (ujian nasional berbasis komputer) atau UNBKP (ujian nasional berbasis kertas dan pensil). Setelah tamat nanti tentunya mereka ingin kuliah atau kuli ah.

Setelah pihak sekolah mengirim nilai rapot mereka ke laman web PDSS dan siswa sudah memfinalisasi nilai mereka masing-masing, maka selanjutnya siswa akan mengikuti proses seleksi SNMPTN melalui jalur undangan yang bebas biaya.

Berikut ini kalender kegiatan SNMPTN seperti dilansir di website SNMPTN 2017.

Jadwal pelaksanaan SNMPTN

Kegiatan Periode
Pendaftaran SNMPTN 21 Februari 2017 – 6 Maret 2017
Periode pencetakan kartu peserta SNMPTN 14 Maret – 14 April 2017
Proses Seleksi 15 Maret – 15 April 2017
Pengumuman hasil seleksi SNMPTN 26 April 2017
Proses verifikasi dokumen peserta dan/atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi 16 Mei 2017 (bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2017)

untuk melakukan pendaftaran, siswa LOGIN di laman https://web.snmptn.ac.id/siswa/login

daftar-snmptn

Panduan pendaftaran selengkapnya dapat di download di link berikut ini:

PANDUAN PENDAFTARAN SNMPTN 2017
(tunggu 5 detik, klik tulisan SKIP THIS AD > di kanan atas)

 

Selamat mendaftar, saya doakan anda lulus semua.

 

 

Generasi Instan di jaring Laba-laba

internet-siswa

Luar biasa, itulah kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan keserbacepatan segala sesuatu saat ini. Hampir semua lini kehidupan berpacu dalam hitungan detik. “Dunia sedang bergerak sangat cepat melalui titik-titik sejarah yang amat menentukan”, demikian keyakinan Gordon Dryden dan Jeannette Vos dalam bukunya Revolusi Cara Belajar (Dryden & Gordon, 2002). Lebih lanjut mereka mengatakan, “untuk pertama kalinya dalam sejarah, hampir segala hal mungkin dilakukan”. Betul apa yang mereka berdua katakan. Detik ini kita bisa menikmati suguhan berita uptodate dari segala penjuru dunia, klik saja BBC.com atau CNN.com atau Kompas.com atau Republika.com atau detik.com atau lombokpost.net dan ratusan portal berita lainnya. Kepala kita akan disuguhi jutaan informasi dalam waktu yang amat singkat. Variasi berita pun luar biasa banyaknya sampai website itu kebingungan menata direktori atau kategori informasi yang ada, mulai dari berita politik, kriminal, travelling, bola, hiburan, kuliner hingga seksologi. Semuanya ada, tinggal klik saja. Mampukah memori kepala kita merekam semuanya?. Bahkan dikhawatirkan kepala kita akan kebanjiran informasi yang mungkin saja tidak kita butuhkan. Para pakar informasi menyebutnya junk information (informasi sampah) atau information flood (kebanjiran informasi).

Kemampuan Memfilter Informasi

Mengingat banjirnya informasi yang masuk ke kepala kita, dibutuhkan suatu cara atau strategi bagaimana menyaring berita dan informasi yang bermutu dan bermanfaat terutama bagi para pelajar yang memang haus informasi. Di sinilah peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan. Perlu suatu prosedur standar bagi siswa agar mereka tidak tersesat di rimba informasi yang ujung-ujungnya nanti mereka bisa saja mengambil kesimpulan sendiri yang belum tentu benar. Dikhawatirkan mereka mengambil jalan pintas seperti apa yang mereka rekam dari lingkungan pergaulan mereka seperti dari video online atau game online. Sudah banyak kasus bagaimana siswa meniru adegan-adegan berbahaya yang mereka tonton lalu dipraktikkan sendiri. Tidak mudah memang bagi guru di sekolah dalam memberikan bimbingan. Sementara 2/3 waktu para siswa dihabiskan di luar sekolah. Sehingga solusi boarding school (sekolah berasrama) sebagaimana yang diusulkan oleh beberapa pemerhati pendidikan seperti Dr. Mugni Sn dapat dijadikan pertimbangan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan dan para orang tua untuk kelanjutan pendidikan anak-anaknya (Lombok Post, 19 Mei 2016).

Antara Smart Generation dan Shock Generation

Rumah baru di dunia maya

Rumah Online2.Alhamdulillah pada tahun 2010 rumah di dunia nyata bisa terbangun dengan perjuangan keras (baca: memaksakan diri punya rumah) dengan dana yang sangat terbatas. Mudan-mudahan rumah yang sekarang ini bisa menjadi “baiti jannati” (rumahku surgaku) sebagaimana pesan Rasulullah Muhammad SAW. Kini, 5 tahun kemudian tepatnya tanggal 4 januari 2016, saya meletakkan batu pertama pembangunan rumah maya, alias rumah di internet alias domain website alias homepage pribadi yang beralamatkan www.subkioke.com (web yang saudara kunjungi ini). Sebenarnya rumah maya sudah saya miliki di blog gratisan wordpress.com tepatnya http://subkioke.wordpress.com. Tapi ya namanya gratisan maka siap-siap saja weblog itu dirobohkan oleh pemilik tanah maya yakni Matthew C Mullenweg. Ya beliau inilah sang pendiri dan pemilik wordpress. Tapi gara-gara saya melanggar Term of Service (TOS) nya akhirnya rumah pinjaman Matthew itu betul-betul diblokir gara-gara saya pasang iklan bisnis maya kecil-kecilan, kejam banget rasanya. Betapa tidak ada ratusan artikel dan curahan isi kepala saya yang sudah saya oret-oret di sana tiba-tiba lenyap. Sejak itulah saya kapok pake blog gratisan, dan akhirnya bisa membeli petak tanah maya ini.

Di rumah maya ini saya berharap nanti bisa meletakkan segala ide, fikiran, dan perasaan yang tentunya bernuansa positif, dengan harapan dapat bermanfaat buat para pengunjung. Maka mulai minggu ini saya bikin “kamar-kamar” agar lebih mudah meletakkan barang2 saya nanti. Kamar-kamar itu akan saya beri nama kamar edukasi, kamar fisika, kamar komputer, kamar travel, kamar download, kamar religi, dan kamar lainnya sesuai passion saya.

Ya semoga dengan hadirnya website pribadi atau rumah maya ini bisa menjadi media silaturrahmi, media sharing ilmu dan kebaikan, media dakwah untuk menggapai ridho ilahi. Jadi kendati teman-teman, keluarga, murid-murid, handai taulan mungkin tidak bisa bertatap muka secara langsung, maka lewat media ini kita masih bisa saling sapa dan menyambung tali silaturrahim. Amin.

Asyiknya Print Jarak Jauh

cetakjauh

Semalam saya harus terlambat tidur hingga pukul 01.00 wita dinihari. Berawal dari tantangan uji coba software yang sedang saya jajali kepada seorang teman guru Fisika di Kota Mataram (Ibukota propinsi NTB), sedangkan saya tinggalnya di kota kecil bernama Selong, yang merupakan ibukota Kabupaten Lombok Timur (berjarak 60 km dari propinsi). Kebetulan teman itu sedang online di facebook. Langsung saja saya ajak chatting, mumpung sedang mengujicobakan ilmu baru. Maka saya share ilmu baru yang saya dapatkan dari mbah Google.