Category Archives: Belajar

Pengalaman mengikuti Diklat SEAMEO Qitep in Science di Bandung

Diklat Earth and Space Science

Rutinitas di sekolah terkadang membuat bosan juga. Kalo sedang bete, saya biasanya browsing-browsing mencari informasi uptodate terkait pendidikan, teknologi dan apa saja yang nyantol di hati. Kemudian saya cari info-info tentang diklat guru, dan cliiiiing ketemulah link diklat Qitep in Science. Betapa senangnya menemukan info bagus ini, kebetulan juga sudah lama gak pergi diklat ke luar daerah. Pernah sih diklat nasional di Bali 6 tahun yang lalu dan di Malang tahun 2012. Habis itu diklatnya lokal aja. Biasanya ilmu yang kita dapatkan juga linier dengan level diklatnya, kalo diklatnya hanya di kabupaten ya ilmunya level kabupaten. Maka saya senang sekali kalau ada undangan diklat level nasional. Di samping ilmunya juga lumayan, dapat juga pengalaman baru, tempat baru, dan teman baru yang pastinya hebat-hebat dan pastinya dapat juga terbang gratis dengan burung besi, sembari mempelajari ilmunya pak Bernulli pada gaya angkat sayap pesawat terbang. Kita berhutang budi kepada Wright bersaudara yang sudah menemukan pesawat terbang dan Bernoulli atas jasanya mengangkat berton-ton muatan pesawat.

Alamat website diklat ini adalah http://www.qitepinscience.org

Informasi dalam website seperti berikut ini:

Rekan-rekan guru dapat mengikuti diklat/training course yang akan diselenggarakan di tahun 2016 ini, jenis diklat yang dapat diikuti yaitu:

  1. Earth and Space Science (Kode: ESS)

Diklat ilmu bumi dan antariksa akan diselenggarakan di Bandung tanggal19-28 Juli 2016. Diklat ini diberikan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang materi bumi dan antarika. Kegiatan pada diklat antara lain sesi materi maupun kegiatan hands-on yang akan digunakan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Diklat ini diperuntukan bagi: guru IPA, fisika, dan geografi jenjang SMP-SMA.

  1. Environmental Education for Sustainable Development (Kode: EESD)

Diklat pendidikan lingkungan hidup untuk pembangunan  berkelanjutan akan diselenggarakan di Bandung tanggal 19-28 Juli 2016. Diklat ini diberikan untuk membagikan kegiatan  best practice  terkait ilmu maupun kemampuan dan nilai-nilai lingkungan hidup. Diklat ini juga memfasilitasi kita dalam mengintegrasikan isu pembangunan berkelanjutan ke dalam pembelajaran IPA. Diklat ini diperuntukan bagi: guru kelas SD, guru IPA, biologi dan kimia jenjang SMP-SMA.

  1. Science Classroom Supervision (Kode: SCS)

Diklat pengawasan kelas IPA akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 19-28 Juli 2016. Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah  dan pengawas sekolah  dalam meningkatkan kualitas tenaga kependidikan dengan menerapkan school based management. Diklat ini dibuka untuk kepala  sekolah, wakil kepala sekolah  dan pengawas  sekolah semua jenjang.

  1. Science Laboratory Management (Kode: SLM)

Diklat pengelolaan laboratorium IPA ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan

dan kompetensi guru dan pengelola laboratorium dalam pengelolaan laboratorium IPA di sekolah. Kegiatan ini akan digelar di Bandung pada tanggal 1-10 Agustus 2016. Diklat ini dibuka untuk pengelola/kepala lab IPA sekolah, Laboran IPA, guru kimia/fisika pengguna lab IPA jenjang SMP-SMA.

Catatan: Alumni diklat ini tidak boleh ikut lagi selama 2 tahun.

Dalam diklat kemarin itu, saya mengikuti diklat ESS (Earth and Space Science). Kegiatan Diklatnya selama 9 hari berpusat di Hotel Marbella Suites Bandung, di kawasan Dago.

Acara lengkapnya sebagai berikut:

Hari I:

  • Pkl. 17:00 – 19:00, mengikuti Opening ceremony oleh Dr. Trianta (Direktur Seameo Qitep in Science).
  • istirahat di kamar

Hari II:

 

 

 

 

 

 

Generasi Instan di jaring Laba-laba

internet-siswa

Luar biasa, itulah kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan keserbacepatan segala sesuatu saat ini. Hampir semua lini kehidupan berpacu dalam hitungan detik. “Dunia sedang bergerak sangat cepat melalui titik-titik sejarah yang amat menentukan”, demikian keyakinan Gordon Dryden dan Jeannette Vos dalam bukunya Revolusi Cara Belajar (Dryden & Gordon, 2002). Lebih lanjut mereka mengatakan, “untuk pertama kalinya dalam sejarah, hampir segala hal mungkin dilakukan”. Betul apa yang mereka berdua katakan. Detik ini kita bisa menikmati suguhan berita uptodate dari segala penjuru dunia, klik saja BBC.com atau CNN.com atau Kompas.com atau Republika.com atau detik.com atau lombokpost.net dan ratusan portal berita lainnya. Kepala kita akan disuguhi jutaan informasi dalam waktu yang amat singkat. Variasi berita pun luar biasa banyaknya sampai website itu kebingungan menata direktori atau kategori informasi yang ada, mulai dari berita politik, kriminal, travelling, bola, hiburan, kuliner hingga seksologi. Semuanya ada, tinggal klik saja. Mampukah memori kepala kita merekam semuanya?. Bahkan dikhawatirkan kepala kita akan kebanjiran informasi yang mungkin saja tidak kita butuhkan. Para pakar informasi menyebutnya junk information (informasi sampah) atau information flood (kebanjiran informasi).

Kemampuan Memfilter Informasi

Mengingat banjirnya informasi yang masuk ke kepala kita, dibutuhkan suatu cara atau strategi bagaimana menyaring berita dan informasi yang bermutu dan bermanfaat terutama bagi para pelajar yang memang haus informasi. Di sinilah peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan. Perlu suatu prosedur standar bagi siswa agar mereka tidak tersesat di rimba informasi yang ujung-ujungnya nanti mereka bisa saja mengambil kesimpulan sendiri yang belum tentu benar. Dikhawatirkan mereka mengambil jalan pintas seperti apa yang mereka rekam dari lingkungan pergaulan mereka seperti dari video online atau game online. Sudah banyak kasus bagaimana siswa meniru adegan-adegan berbahaya yang mereka tonton lalu dipraktikkan sendiri. Tidak mudah memang bagi guru di sekolah dalam memberikan bimbingan. Sementara 2/3 waktu para siswa dihabiskan di luar sekolah. Sehingga solusi boarding school (sekolah berasrama) sebagaimana yang diusulkan oleh beberapa pemerhati pendidikan seperti Dr. Mugni Sn dapat dijadikan pertimbangan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan dan para orang tua untuk kelanjutan pendidikan anak-anaknya (Lombok Post, 19 Mei 2016).

Antara Smart Generation dan Shock Generation

Jalan Pintas Berhitung Luar Kepala

gb4

Urusan berhitung sering menjadi masalah buat anak sekolah atau bahkan kita sendiri, baik dalam pekerjaan maupun dalam kegiatan sehari-hari seperti menghitung jumlah telur, jumlah buah, jumlah uang, jumlah utang, jumlah bintang (??) dll. Artikel ini saya ambil dari buku lama yang saya beli tanggal 26 Maret 1999 saat masih kuliah di Malang. Judul bukunya “Dinamika mental: program singkat menuju sukses” terbitan Dahara Prize Semarang. Buku bergenre motivasi ini adalah buku terjemahan karya K. Thomas Finley. Saya suka membaca buku ini dan masih saya simpan rapi di lemari buku. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Cara Menjumlahkan Secara Cepat