Pantai Cemara dan Pantai Pink, “hiden paradise” yang belum di make up.

DSCN5037

Berbicara pantai, tentu Lombok adalah jagonya. Betapa tidak, mulai dari ujung utara, ujung barat, ujung selatan hingga ujung Timur Pulau Lombok, kita akan menemukan ratusan pantai dengan bentuk teluk dan tanjung yang unik dan eksotis. Kalau boleh dibilang tidak kalah dengan view pantai di Phuket Thailand yang kesohor hingga para artis kepincut ke sana. Bahkan bang haji Rhoma Irama pernah syuting di Pantai Kuta Lombok dalam Film “Sajadah Ka’bah” dan bang Yusril Ihza Mahendra (mantan menteri) pun senang berkunjung ke sini. Presiden Jokowi pun dalam rangkaian acara Tambora Menyapa Dunia 14 Agustus yang lalu juga mampir ke pantai Mandalika Resort (kawasan pantai Kuta Lombok). Pak JK juga baru-baru ini hadir di Mandalika Resort sebelum membuka Muktamar ICMI di Universitas Mataram.

Sebenarnya pulau seribu masjid ini tidak saja memiliki ratusan pantai tapi juga banyak terdapat air terjun (waterfall) khususnya di daerah lombok bagian tengah dan utara, sehingga ada juga yang menjuluki Lombok dengan Waterfall and Beach Island.

Kembali ke tema tulisan ini, dua pantai di bagian selatan Lombok yakni Pantai Pink dan Pantai Cemara terletak di kecamatan Jerowaru kabupaten Lombok Timur (sedang diusulkan menjadi kabupaten Lombok Selatan). Lokasi Pantai cemara sekitar 42,9 km dari bandara BIL Lombok, sedangkan pantai Pink berada sekitar 49 km dari bandara BIL Lombok. Dari kecamatan jerowaru ke arah selatan menuju Desa Pemongkong, jika lurus menuju Pantai Cemara, ke kiri menuju Pantai Pink, dan ke kanan menuju Pantai Surga. Jika ingin jelas bisa diperhatikan peta perjalanan ke sana dari Google Maps (acuan Bandara Internasional Lombok).

rute ke pantai pink

rute ke pantai Cemara dan Pink

Pantai Cemara Asyik tempat bakar ikan dan makan-makan

DSCN5001

pengunjung asyik ngerumpi di berugaq pantai cemara

DSCN5005

Grup arisan ibu-ibu yang lagi asyik bongkar muat isi perut di pantai cemara

DSCN4126

berugaq beleq bisa menampung banyak piring (memangnya mau begawe/pesta ya?)

Pantai ini dinamai pantai cemara karena dulunya banyak terdapat pohon cemara, namun sayang identitas itu sudah mulai pudar karena pohon cemara tinggal beberapa batang saja. Sebenarnya pantai ini lumayan bagus, pasir putihnya begitu menawan, ombaknya tidak terlalu besar. Namun sayang perhatian Pemda NTB dan Pemda Lotim dalam hal pengelolaan wisata masih kurang (tentu tidak terlepas dari visi dan misi pemimpinnya). Seandainya di sini ditanam ratusan pohon cemara dan pepohonan peneduh lainnya tentu akan lebih nyaman. Berbeda dengan keadaan sekarang yang terkesan masih panas. Memang sudah ada beberapa berugaq (tempat duduk santai khas Lombok), kendati fasilitas toilet masih “apa adanya” belum dianggap penting, padahal barang2 yang akan diproduksi di toilet ini akan dilelang semua. Jika tidak, maka seantero dunia akan menutup hidung (?&*@$%!).  Tetapi satu hal yang bagus, di sini cocok untuk acara bakar-bakar ikan bersama keluarga atau tim wisata anda. Angin semilir di terus melambai-lambai meniup ikan-ikan yang sedang dibakar dan siap disantap di bawah pohon cemara.  Betapa asyiknya jika pohon cemaranya rimbun. Perlu terobosan dari aparat desa yang mengelola pantai ini.

Pantai Pink, “hiden paradise” yang menjadi buah bibir

Lokasi pantai ini agak tersembunyi di ekor Pulau Lombok. Namun jangan pernah mengeluh jika kelelahan sampai di sana karena nanti anda akan menemukan hiden paradise (surga tersembunyi). Konon pantai yang berwarna pink hanya ada 3 tempat di Indonesia, salah satunya di Lombok ini. Setiba di sini kelelahan anda akan terbayarkan oleh keindahan pantai ini.

Sebenarnya pantai ini oleh warga sekitar diberi nama Pantai Tangsi. Tangsi artinya barak atau markas. Mengapa diberi nama begitu?? karena dulu tentara Jepang hingga tahun 1945, menjadikan pantai ini sebagai markas/barak/tangsi untuk bersembunyi dan menyusun kekuatan melawan tentara sekutu Amerika dan termasuk menjajah kita rakyat Indonesia (khususnya rakyat suku Sasak/Lombok). Di sini terdapat bekas Goa Jepang dan Meriam karatan peninggalan Jepang, kendati sekedar papan nama tidak saya temukan di sini (???). Jadi sebenarnya jika anda berkunjung ke sini, anda sekaligus menikmati wisata sejarah. Namun sekali lagi amat disayangkan wisata sejarah ini rupanya hanya istilah saya di sini, karena spot pantai ini tidak menjadi ikon wisata sejarah.

Saat ke sana, saya pun “agak malu” mendengar kawan kita dari luar daerah yang tidak puas dengan fasilitas di sini. Pantai boleh sekelas surga tapi fasilitas jangan sekelas neraka. Fasilitas toilet masih perlu perhatian serius dari pengambil kebijakan di sektor wisata di daerah ini. Masak sih pantai yang lagi nge-trend di internet ini, untuk sekedar wudhu kita harus antri nimba air dari sumur tua dengan ember lusuh yang kemudian dimasukkan ke dalam bong (tong). Lalu dengan hukum Toricelli, air memancur begitu hematnya. Demikian halnya jika ingin BAK dan atau BAB, harus nimba air dulu lalu masuk bilik bambu. Mungkin saja jaman Jepang tahun 1945 di sini fasilitasnya bagus, walau tidak ada jejak di sini. (mohon maaf, keadaan yang saya gambarkan ini saat 8 bulan yang lalu, semoga hari ini semuanya berubah jadi wahhhh..)

Untuk masalah makanan, di sini penjualnya masih terbatas. Di pantai ini kita menemukan berjejer kedai-kedai bongkar pasang yang menjual aneka makanan dan minuman ringan, es kelapa muda, dll. Jadi sebaiknya pengunjung membawa bekal yang cukup dari rumah jika ingin puas makan di sini.

Pantai pink ini memang berwarna pink (merah muda). Warna pink akan terlihat jelas saat pagi atau sore hari. Perpaduan pantai dari coral merah dan sinar matahari membuat warna pink semakin jelas. Warna pink ini terbentuk dari serpihan-serpihan batu karang (coral) merah yang tergerus oleh ombak lalu membentuk pasir berwarna pink. Itulah yang menjadi keunikan pantai ini. Sebenarnya jika pantai ini dikelola dengan baik dan fasilitasnya lengkap, maka pantai ini bisa juga menjadi ikon pariwisata NTB selain pantai Senggigi, Pantai Kuta, dan Gili Terawangan, karena pantai ini memiliki branding yang kuat sehingga mudah dipasarkan.

DSCN5036

pantai Pink tampak dari Barat

DSCN5037

Pantai Pink tampak dari Timur (pasirnya lumayan banyak, cocok untuk mandi matahari bagi yang pingin niru bule)

DSCN5041

Mulut Gua Jepang di depan pantai Pink (papan nama tidak ada, mungkin perlu datangkan orang Jepang untuk bikin papan nama elektronik lengkap dengan LCD dan kisah pendudukan Jepang).

DSCN5044

Bagian dalam Gua Jepang (tidak terawat), seharusnya bisa dipoles jadi wisata sejarah, tetapi….??

DSCN5051

Wallpaper pantai pink (cuaca agak siang warna pink pudar)

DSCN5055

backpacker dari negeri seberang berlatar pantai pink

DSCN5062

pasir pantai pink memang pink

DSCN5065

Coral warna pink, inilah sumber pasir pink.